Rabu, 26 Oktober 2011

Tool Test Speed Loading Blog

Speed Test Loading Blog Anda disini dan lihat berapa kecepatan dan berat loading blog anda ketika dibuka oleh visitor.pakailah alat Test Speed Loading Blog ini untuk mengetahuinya.






Your domain(s): Enter each address on a new line (Maximum 10)

Selasa, 25 Oktober 2011

Sabtu, 08 Oktober 2011

Klaim Asuransi Cair, Usai Musim Haji Tuntas

SURABAYA - Proses pengajuan klaim asuransi haji terancam lambat. Pasalnya Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim baru akan memroses pengajuan klaim asuransi haji setelah musim haji tahun ini selesai. Ini sangat berbeda dengan asuransi kendaraan saat ini yang mana adira asuransi kendaraan terbaik Indonesia melakukan bombardir pemasaran.

“Klaim asuransi haji untuk JCH asal Jatim baru akan kami proses setelah musim haji tahun selesai,” kata Humas Kemenag Jatim, Fakthul Arif di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Jumat (7/10).

Jika asuransi haji diklaimkan pada saat musim haji, katanya, maka akan sia-sia. Hal itu dikarenakan pihak Kanwil Kemenag Jatim baru akan memprosesnya setelah musim haji selesai sekitar akhir November mendatang.

Ia berkilah, untuk saat ini Kanwil Kemenag Jatim masih sibuk dengan urusan pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH). “Jika proses klaim diajukan sekarang, jelas tidak bisa. Karena saat ini kami masih sibuk dengan urusan pemberangkatan haji,” kilahnya.

Perlu diketahui, pada pemberangkatan haji pada tahun-tahun sebelumnya, banyak sekali terjadi kesulitan dalam proses klaim haji. Keluarga JCH yang akan melakukan proses klaim haji harus menunggu beberapa bulan untuk pencairan dana asuransi. “Kami akan berusaha secepatnya untuk proses pencairan dana asuransi haji, agar tidak terjadi hal-hal seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” janji pria asli Magetan tersebut.

Arif menjelaskan, untuk proses klaim haji tahun ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, ada dua asuransi bisa diklaimkan yaitu untuk JCH yang meninggal di Tanah Suci. “Dan juga untuk JCH yang meninggal sebelum pemberangkatan atau meninggal di Asrama Haji,” jelasnya.

Nantinya untuk JCH yang meninggal di Tanah Suci, maka dana asuransi yang bisa dicairkan sekitar Rp 65 juta per JCH. Sedangkan JCH yang meninggal di Asrama Haji atau tidak meninggal di Tanah Suci, maka dana yang dicairkan kurang lebih Rp 32 juta.

Pada proses pengajuan klaim asuransi haji, akan diberikan di Indonesia setelah adanya surat yang diterbitkan dari Konsulat Jenderal di Jeddah. “Proses yang dilakukan untuk memperoleh asuransi ini, petugas yang berwenang di Arab Saudi akan melakukan pengurusan surat sehingga pihak konsulat mengeluarkan surat asuransi. Setelah itu surat dikirim ke pihak keluarga yang ada di Indonesia,” jelasnya.
Untuk selanjutnya pihak keluarga atau ahli waris dianjurkan agar langsung melakukan pengurusan asuransi tersebut “Asuransi tersebut akan diperoleh ahli waris jika berkas klaim yang diajukan sudah komplit,” tuturnya. f

Krisis Ekonomi Eropa Tidak Berdampak pada Indonesia

suarasurabaya.net| Belajar dari pengalaman menghadapi krisis ekonomi global tahun 2008 Indonesia optimis mampu menangkal krisis ekonomi yang saat ini melanda Eropa dan Amerika.

Karena krisis ekonomi global yang menggilas Eropa dan Amerika sekarang tidak sedahsat tahun lalu.

Meskipun Indonesia tidak khawatir dengan dampak krisis ekonomi Eropa, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden menyerukan para pelaku ekonomi tetap waspada, jangan sembrono.

Dalam pertemuan terbatas dengan Menko Perekomian dan sejumlah pengusaha, Presiden mengatakan, Indonesia terselamatkan dari krisis ekonomi tahun 2008, karena melibatkan semua pengusaha dalam setiap pembahasan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), duduk bersama dengan pemerintah.

"Beberapa negara memuji dan mengikuti pola penyelamatan Indponesia menghadapi krisis global," kata Susilo Bambang Yudhoyono.

Menjawab pertanyaan wartawan, Hatta Rajasa Menko Perekonomian seperti dilaporkan Jose Asmanu reporter Suara Surabaya di Jakarta, Jumat (7/10/2011) menjelaskan, pertemuan ini tidak ada hubungannya dengan reshuffle yang banyak dibicarakan media.

Ekonomi Paniai Berbasis Owaadaa

KabarIndonesia – Suatu negara ataupun daerah bisa dikatakan maju jika ekonominya baik. Sektor ekonomi memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat, sehingga pembangunan ekonomi perlu mendapat tempat utama dan dalam pelaksanaannya mesti berbasis ekonomi lokal. Jika terapkan sistem ekonomi baru, kemungkinan berkembang sangat tipis bahkan gagal mencapai target yang diharapkan.

Sejalan dengan itu, membangun ekonomi masyarakat Suku Mee dan Moni di wilayah Kabupaten Paniai, harus berbasis ekonomi lokal yang sudah membudaya semenjak dahulu kala. “Owaadaa” perlu diletakkan sebagai landasan pijak untuk membangun ekonomi masyarakat Paniai.

Hal ini dikemukakan oleh Peli E.K. Yogi, SE, di hadapan peserta kuliah umum di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karel Gobay Papua Enarotali, Senin (3/10) kemarin.

Pada kuliah umum tersebut, Peli K Yogi selaku Pembantu Ketua I Bidang Akademik STIE Karel Gobay, memaparkan materi bertajuk “Mengenal Sistem Ekonomi Lokal, Nasional dan Global”. Pemateri kedua, Yunus Amopiya Yeimo, ST, menyampaikan tentang perilaku organisasi terutama mahasiswa.

Peli mengutarakan maksud penyajian materi pada kuliah perdana ini agar civitas akademika memahami perkembangan sistem ekonomi nasional dan global sambil melihat ekonomi lokal yang ada di masyarakat setempat.

Dijelaskan pula beberapa jenis sistem ekonomi yang diterapkan oleh negara-negara di dunia. Misalnya sistem ekonomi kapitalis atau liberal dan sistem ekonomi sosialis atau komunis. Negara tertentu bahkan menganut sistem ekonomi campuran dari dua sistem ekonomi tadi.

“Melihat sistem ekonomi yang ada, maka untuk membangun suatu negara atau daerah, sektor ekonomi memang penting untuk diprioritaskan,” tandasnya.

Dalam pemaparannya, Peli Yogi menyebutkan bahwa sistem ekonomi kerakyatan harus bertitik tolak dari ekonomi lokal atau tradisional. Sistem ekonomi lokal mau tidak mau harus dikembangkan. Seperti halnya di Paniai, ekonomi Owaadaa, penting untuk terus dikembangkan. Owaadaa bukan hal baru, sebab sudah berlaku dari generasi ke generasi secara turun temurun. Gereja Katolik telah menggalakan gerakan Owaadaa sejak enam tahun silam, berikut Gereja Kingmi ikut mewacanakan pentingnya Owaadaa untuk dikembangkan oleh jemaat.

“Kita mau bangun ekonomi masyarakat, kiranya berangkat dari basis lokal yang ada. Ya, Owaadaa. Itu dasar, itu modal. Jika paksakan model ekonomi baru, agaknya tidak akan memberi banyak dampak kepada masyarakat, sebab terasa baru dan kaku dalam penerapannya,” tutur Peli Yogi.

Bagaimana cara beternak, berkebun, bertani, lanjut dia, sudah ada dalam masyarakat. Kebiasaan masyarakat itu yang ditumbuhkembangkan. Tentu dengan pembinaan dan penyertaan modal serta fasilitas yang memadai. Juga pelatihan atau kursus, agar cara kerja dan hasilnya nanti bisa baik.

Pemaparan makalahnya, kata Peli, penting bagi mahasiswa maupun civitas akademika untuk mencermati sistem ekonomi maupun perkembangan ekonomi global, nasional dan lokal dewasa ini. Bahwa masyarakat kampus melihat hal itu sebagai obyek studi untuk melakukan sejumlah kajian yang relevan dengan situasi perkembangan kekinian.

Sementara itu, Yunus Amopiya Yeimo, ST, mengingatkan kepada mahasiswa tentang pentingnya berorganisasi sebagai salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran dan pendewasaan diri selama masa perkuliahan, juga tentunya bermanfaat di masa mendatang.

“Gunakan setiap kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin. Selain kuliah, perlu belajar juga berorganisasi. Sebab, setelah selesai kuliah, kalian akan kembali ke tengah masyarakat dan lingkungan kerja, sudah pasti diperhadapkan dengan sejumlah persoalan dan pekerjaan yang tentunya membutuhkan kemampuan dan skill,” tutur Yunus

JK Ajak Dekan Ekonomi Se-Indonesia Pilih Pulau Komodo

Makassar - Sebagai duta komodo, mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) selalu mengajak masyarakat untuk memilih Taman Nasional Komodo dalam nominasi New7Wonders. Termasuk saat JK menghadiri pertemuan dekan ekonomi seluruh Indonesia.

Hal tersebut diutarakan JK usai menyampaikan pidato di pertemuan Dekan Fakultas Ekonomi PTN se-Indonesia di Baruga Prof Ahmad Amiruddin, Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (7/10/2011).

Dari atas mimbar, JK meminta para hadirin untuk ikut memilih Pulau Komodo agar menjadi pemenang New7Wonders yang akan digelar pada 11 November 2011 mendatang. Dengan detail, JK menjelaskan cara memilih Pulau Komodo yang menjadi nominasi New7Wonders tersebut. JK mengajak para hadirin di ruangan tersebut untuk mengirim pesan singkat (SMS) voting Komodo ke nomor 9818.

Saat diperintahkan JK, ratusan peserta pertemuan ini tampak langsung meraih telepon genggam masing-masing.

"Mau tahu cara melakukan perubahan ekonomi nasional dengan modal satu SMS, silakan ambil handphone anda masing-masing, lalu ketik 'komodo' dan kirim ke 9818," terangnya.

Menurut JK, kondisi perekonomian di Nusa Tenggara Timur (NTT), lokasi Pulau Komodo berada, tidak sama dengan provinsi lain. Contohnya, Bali yang dibanjiri turis dan Nusa Tenggara Barat yang memiliki tambang emas.

Dikatakan dia, jika Taman Nasional Komodo menjadi pemenang New7Wonders, maka turis-turis asing yang datang ke Pulau Komodo akan bertambah banyak. Hal ini, lanjut JK, akan membawa perubahan ekonomi nasional dengan bertambahnya devisa, terutama bagi masyarakat NTT.

"Peluang Taman Nasional Komodo menjadi pemenang itu besar, asalkan kita kirim SMS terus," tandas Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini.

Ekonomi RI Jangan Bebani Sektor Migas

INILAH.COM, Bandung - BP Migas berharap sektor migas tidak dijadikan tulang punggung dalam pertumbuhan perekonomian bangsa, akan tetapi sebagai pendukung.

Demikian disampaikan Kepala BP Migas, R Priyono dalam pidatonya pada acara media gathering BP Migas dalam pelatihan jurnalistik di Hotel Sheraton Media Bandung, Jumat malam (7/10).

"Salah besar kalau sektor migas dijadikan tulang punggung ekonomi bangsa, semestinya dia hanya sebagai pendukung. Bandingkan dengan Amerika dan Eropa yang hanya menyerahkan 5-7% pajaknya dari pendapatan negaranya. Sedangkan Indonesia masih saja bertumpu pada sektor migas," kata Priyono.

Menurut Priyono industri migas sudah tidak bisa diandalkan lagi, hal itu mengingat produksi migas yang cenderung menurun. "Dengan terbatasnya cadangan migas yang kita miliki sekarang ini, marilah kita gunakan untuk bangkitkan industri yang lain," jelas dia.

"(Sebesar) 60% produksi migas kita turun. Jada kalau cost recoveri naik maka butuh suplemen yang lebeh banyak untuk mendongkrak kinerja KKKS migas kita," pungkas dia.

Seperti diketahui sumber pendapatan negara saat ini 60% masih bertumpu pada sektor migas.

Jusuf Kalla: Indonesia Kurang Percaya Diri

Metrotvnews.com, Malang: Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini hanya bertumpu pada konglomerasi tidak bisa dipertahankan terus-menerus dan harus dihentikan.

"Pertumbuhan ekonomi kita yang selama ini lebih bertumpu pada konglomerasi, menimbulkan berbagai kepincangan yang menghalangi rakyat kita untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraannya," Jusuf Kalla.

Hal itu disampaikan Jusuf Kalla dalam pidato penganugerahan gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) Bidang pemikiran Ekonomi dan Bisnis pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/10).

Menurut Kalla, kondisi ekonomi seperti itu tidak bisa dipertahankan terus-menerus. Ekonomi harus diperbaiki dengan memberdayakan ekonomi rakyat. Di antaranya adalah meningkatkan peran koperasi.

Hanya saja, kata Kalla, tantangan bangsa Indonesia ke depan dalam mengembangkan koperasi yang sehat, kuat, mampu hidup berkesinambungan dan dapat bersaing dengan kekuatan ekonomi lainnya.

Karena itu, kata Kalla, perlu dukungan kebijakan pemerintah, yakni kebijakan yang memberikan prioritas kepada koperasi dan ekonomi rakyat secara keseluruhan, sehingga koperasi bisa bersaing dengan kekuatan-kekuatan pasar lainnya.

Kalau koperasi masih bertahan dengan pola kelembagaan dan pengelolaan manajemen seperti 20 tahun lalu, koperasi tidak akan mampu bersaing

dengan kekuatan ekonomi lainnya. Ia mengakui, secara statistik koperasi tetap berkembang dari tahun ke tahun, namun kontribusinya terhadap ekonomi nasional tetaplah kecil.

Selain persoalan realitas ekonomi yang masih pincang, katanya, kemandirian bangsa Indonesia juga belum terwujud, karena Indonesia sendiri selalu merasa tidak mampu. "Artinya kita kurang memiliki semangat dan kepercayaan diri untuk bisa mandiri," tegas Kalla.

Indonesia, jelas Kalla, selalu minta bantuan dana, keahlian dan konsultasi dari pihak-pihak asing. Padahal, dalam banyak kasus, para konsultan asing mendapat gaji begitu besar, tapi tidak memiliki pengetahuan memadai tentang ekonomi dan kehidupan masyarakat Indonesia.

"Sekarang sudah saatnya bagi kita untuk membangun kemandirian dan bukan berarti kita anti asing. Membangun kemandirian sangat mutlak untuk mengurangi ketergantungan kita pada pihak luar, sekaligus untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa dan negara kita," tegas Kalla.

Sebulan, JK Raih Tiga Doktor HC

MALANG, FAJAR -- Koleksi gelar doktor honoris causa (HC) HM Jusuf Kalla bertambah. Hari ini, giliran Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang yang menganugerahi mantan Wakil Presiden RI tersebut.

Kali ini, JK memperoleh gelar doktor honoris causa untuk bidang ekonomi. Kalla dinilai memiliki visi dan misi yang sama dengan Fakultas Ekonomi Unibraw dalam pengembangan ekonomi di Indonesia.

"Selain itu juga sebagai seorang pelaku bisnis yang sukses dan peduli terhadap masyarakat," jelas Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi, Unibraw, Khusnul Ashar kepada wartawan, Jumat 7 Oktober.

Yang menarik, gelar doktor HC ini adalah yang ketiga dalam kurun waktu sebulan terakhir ini. Pada 10 September lalu, JK memperoleh gelar yang sama dari Unhas lalu gelar serupa dari Universitas Syiah Kuala, Aceh.

Sebelumnya, JK juga telah mengoleksi dua gelar doktor honoris causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Khusus gelar doktor honoris causa dari Unibraw ini, lanjut Khusnul, tergolong istimewa. Menurutnya, banyak pengusaha sukses menjalankan bisnisnya di berbagai bidang. Namun, tidak banyak yang peduli dengan permasalahan bangsa.

Kontribusi JK dalam meredam berbagai konflik di Indonesia menjadi salah satu nilai plus. Tidak hanya itu, mantan ketua umum DPP Partai Golkar itu menunjukkan kontribusinya sejak memimpin PMI. JK dinilai sebagai sosok ekonom yang lengkap.

Penganugerahan gelar doktor honoris causa kepada JK dilakukan bersamaan dengan peringatan HUT ke-50 Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. JK adalah tokoh kedua yang memperoleh gelar doktor dari Fakultas Ekonomi.

Tokoh pertama yang memperoleh gelar doktor honoris causa dari Fakultas Ekonomi, adalah Pangeran Al Walid dari Arab Saudi

Tingkatkan Ekonomi Melalui Tenun

SAMBAS –
Guna meningkatkan ekonomi masyarakat, Cita Tenun Indonesia (CTI) dan PT Garuda Indonesia (GI) Tbk turun langsung memberikan pelatihan di Dusun Semberang, Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas. Upaya melestarikan kain khas Kabupaten Sambas ini dipastikan mampu menyejahterakan masyarakat.

“Agenda ini dilakukan untuk melihat sejauh mana hasil evaluasi pelatihan yang telah dijalankan,” ungkap Ketua CTI, Okke Hatta Radjasa saat acara malam ramah tamah di Balairung Sari Bupati Sambas, Kamis (6/10) malam.

Dijelaskan Okke, dalam membantu program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas dan memajukan ekonomi masyarakat, sudah setahun ini CTI dan GI memberikan bimbingan serta pelatihan teknik menenun bagi perajin. Di antaranya bagaimana memberikan warna yang benar bagi kain tenun, sehingga hasil tenun memiliki kualitas baik dan nilai jual tinggi.

“Serta dikenal orang dan digemari orang. Dalam hal ini harus ada terobosan baru dari perajin untuk meningkatkan kualitas tenun,” jelasnya.

Dalam memberikan pelatihan dan bimbingan menenun, Tim CTI telah membuat program dan menurunkan satu tim yang diawali melalui survei. Setelah semua data terkumpul, tahapan pertama yang dilakukan paparnya, bagaimana mengubah pola pikir perajin supaya lebih baik dan bagus dalam meningkatkan kualitas tenun.

“Untuk mengubah perilaku, CTI menggandeng GI sebagai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagai perusahaan penerbangan pendukung memajukan kerajinan masyarakat. Salah satunya kain tenun Sambas,” ujar Okke.

Ditegaskan Okke, dukungan GI sangat membantu “memperpendek” jarak antara Jakarta ke Sambas. Terbukti, baru setahun CTI dan GI memberikan pembinaan, perajin tenun Sambas sudah mengalami kemajuan. Mulai dari interior retainer dan produk retainer, yang merupakan pertanggungjawaban moral dan memberi idealisme dalam memajukan dan meningkatkan kreativitas perajin tenun Sambas.

Okke berharap, kain tenun Sambas bisa maju dan bisa terkenal. Apalagi Kabupaten Sambas memiliki nilai sejarah kerajaan yang besar. Ditambah lagi, Kabupaten Sambas memiliki wilayah perbatasan antara negara.

“Tentunya ini peluang yang baik bagi Kabupaten Sambas memajukan ekonomi masyarakatnya,” ungkap Okke.

Di tempat yang sama, Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH, terharu dengan kepedulian CTI dan GI dalam memajukan kain tenun Sambas, termasuk turut mempromosikan tenun Sambas di tingkat internasional dan nasional.

Pemkab Sambas mengucapkan terima kasih kepada CTI dan Garuda Peduli Pendidikan karena telah memberikan bantuan peralatan internet dan buku daur ulang kepada masyarakat Kabupaten Sambas.

“Pemkab Sambas melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas sudah memasukkan kain tenun sebagai muatan lokal pendidikan di Kabupaten Sambas,” kata Juliarti pada acara yang dihadiri istri Direktur Garuda Pusat, Sandrina Emirsyah Satar dan putra Direktur SDM PT GI, Haryanto Agung.

Atut Janji Mantapkan Ekonomi Berbasis Unggulan

SERANG - Setelah pondasi pertumbuhan ekonomi dibangun selama 11 tahun atau sejak Banten berdirinya, maka lima tahun ke depan skenario pembangunan akan lebih dititikberatkan pada penguatan dan pemantapan yang didasari semangat kebersatuan dan pembaruan.

”Pemantapan struktur ekonomi masyarakat ke depan harus berbasis sumberdaya unggulan daerah dengan dukungan infrastruktur ekonomi wilayah,” terang Atut yang kembali mencalonkan diri dalam Pemilukada Banten, Jumat (7/10). Karena itu, lanjut incumbent ini, prioritas pembangunan 5 tahun mendatang adalah infrastruktur hingga ke pedesaan dengan alokasi dana Rp 1 miliar per kecamatan.

Penyaluran dan pengelolaannya dana itu akan dilakukan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP). ”Untuk menggugah partisipasi masyarakat, penggunaan dana diserahkan sepenuhnya kepada musyawarah PNPM, muspika, alim ulama, dan elemen masyarakat di kecamatan,” terang juga gubernur wanita pertama di Indonesia itu.

Selain itu, lanjut Atut, tenaga kerjanya juga akan diprioritaskan menyerap sebanyak mungkin tenaga lokal, sehingga akan mengurangi angka pengangguran di satu sisi dan meningkatkan keberdayaan perekonomian rakyat. ”Dana Rp 1 miliar setiap kecamatan dimaksudkan guna mempercepat pembangunan,” tandasnya juga.

Dijelaskan lagi, empat kebupaten dan empat kota di Provinsi Banten memiliki sumberdaya unggulan berbeda-beda. Misalnya, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak yang memiliki sumberdaya pertanian akan difokuskan untuk memperkuat struktur dan kualitas ekonomi masyarakat yang berbasis pangan.

Berbeda dengan Kota Cilegon dan Serang, yang akan menjadi basis transformasi budaya masyarakat agraris menjadi industri. Tetapi dengan tetap mempertahankan norma-norma dan kearifan lokal. Sementara, untuk penyediaan infrastruktur yang mendukung ekonomi wilayah dan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi antarwilayah akan difokuskan di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel.

”Misalnya infrastruktur transportasi, terminal agro, kelembagaan pasar, akses modal usaha rakyat, pengembangan teknologi tepat guna serta jaringan promosi dan pemasaran agro akan dibasiskan di Tangerang,” ungkapnya juga. Skenario tersebut akan berjalan dan bergerak dinamis, manakala tata kelola penyelenggaraan pemerintahan bersih dan kuat.

Karena itu pada lima tahun ke depan, semangat pembaruan benar-benar harus diimplementasikan ke dalam program reformasi birokrasi. Antara lain, merestrukturisasi, merefungsionalisasi dan revitalisasi lembaga pemerintahan, masyarakat, adat ke arah entrepreneurship governmen. Yang juga harus didukung teknologi informasi dan telekomunikasi.

Menurut Atut juga, perekonomian Banten akan mampu berkembang pesat apabila dilakukan pengembangan kelembagaan sosial-ekonomi masyarakat di bidang pertanian dalam arti luas dan pengembangan kesetaraan antara dunia pendidikan dan dunia usaha, serta pengembangan sumberdaya manusia di bidang teknologi informasi.