INILAH.COM, Bandung - BP Migas berharap sektor migas tidak dijadikan tulang punggung dalam pertumbuhan perekonomian bangsa, akan tetapi sebagai pendukung.
Demikian disampaikan Kepala BP Migas, R Priyono dalam pidatonya pada acara media gathering BP Migas dalam pelatihan jurnalistik di Hotel Sheraton Media Bandung, Jumat malam (7/10).
"Salah besar kalau sektor migas dijadikan tulang punggung ekonomi bangsa, semestinya dia hanya sebagai pendukung. Bandingkan dengan Amerika dan Eropa yang hanya menyerahkan 5-7% pajaknya dari pendapatan negaranya. Sedangkan Indonesia masih saja bertumpu pada sektor migas," kata Priyono.
Menurut Priyono industri migas sudah tidak bisa diandalkan lagi, hal itu mengingat produksi migas yang cenderung menurun. "Dengan terbatasnya cadangan migas yang kita miliki sekarang ini, marilah kita gunakan untuk bangkitkan industri yang lain," jelas dia.
"(Sebesar) 60% produksi migas kita turun. Jada kalau cost recoveri naik maka butuh suplemen yang lebeh banyak untuk mendongkrak kinerja KKKS migas kita," pungkas dia.
Seperti diketahui sumber pendapatan negara saat ini 60% masih bertumpu pada sektor migas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar