Metrotvnews.com, Malang: Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini hanya bertumpu pada konglomerasi tidak bisa dipertahankan terus-menerus dan harus dihentikan.
"Pertumbuhan ekonomi kita yang selama ini lebih bertumpu pada konglomerasi, menimbulkan berbagai kepincangan yang menghalangi rakyat kita untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraannya," Jusuf Kalla.
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla dalam pidato penganugerahan gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) Bidang pemikiran Ekonomi dan Bisnis pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/10).
Menurut Kalla, kondisi ekonomi seperti itu tidak bisa dipertahankan terus-menerus. Ekonomi harus diperbaiki dengan memberdayakan ekonomi rakyat. Di antaranya adalah meningkatkan peran koperasi.
Hanya saja, kata Kalla, tantangan bangsa Indonesia ke depan dalam mengembangkan koperasi yang sehat, kuat, mampu hidup berkesinambungan dan dapat bersaing dengan kekuatan ekonomi lainnya.
Karena itu, kata Kalla, perlu dukungan kebijakan pemerintah, yakni kebijakan yang memberikan prioritas kepada koperasi dan ekonomi rakyat secara keseluruhan, sehingga koperasi bisa bersaing dengan kekuatan-kekuatan pasar lainnya.
Kalau koperasi masih bertahan dengan pola kelembagaan dan pengelolaan manajemen seperti 20 tahun lalu, koperasi tidak akan mampu bersaing
dengan kekuatan ekonomi lainnya. Ia mengakui, secara statistik koperasi tetap berkembang dari tahun ke tahun, namun kontribusinya terhadap ekonomi nasional tetaplah kecil.
Selain persoalan realitas ekonomi yang masih pincang, katanya, kemandirian bangsa Indonesia juga belum terwujud, karena Indonesia sendiri selalu merasa tidak mampu. "Artinya kita kurang memiliki semangat dan kepercayaan diri untuk bisa mandiri," tegas Kalla.
Indonesia, jelas Kalla, selalu minta bantuan dana, keahlian dan konsultasi dari pihak-pihak asing. Padahal, dalam banyak kasus, para konsultan asing mendapat gaji begitu besar, tapi tidak memiliki pengetahuan memadai tentang ekonomi dan kehidupan masyarakat Indonesia.
"Sekarang sudah saatnya bagi kita untuk membangun kemandirian dan bukan berarti kita anti asing. Membangun kemandirian sangat mutlak untuk mengurangi ketergantungan kita pada pihak luar, sekaligus untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa dan negara kita," tegas Kalla.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar